Menyoroti sistem zonasi di masyarakat

Penerimaan Peserta Didik baru 2019 sudah di buka bulan Juli ini tetapi jangan terkejut jika sebagian orang tua dan anak di kecewakan karena tidak di perbolehkan masuk ke sekokah unggulan bukan karena nilai anak yang buruk tetapi hanya karena rumah mereka jauh dari lokasi sekolah, ya karena pemerintah mulai sekarang mewajibkan sistem zonasi. Apa itu sistem zonasi ? Sistem zonasi ini memberlakukan penerimaan peserta didik dengan mempertimbangkan jarak rumah dengan sekolah tepatnya 80% kuota peserta didik akan di berikan kepada murid yang dekat dengan rumah tanpa melihat nilai yang ada.

Banyak sekali para orang tua yang nilai anaknya tinggi dan berharap bisa masuk ke sekolah favorit kecewa akan peraturan ini dikarenakan tempat tinggal tidak masuk dalam zona sekolah tersebut. Pemberlakuan sistem zonasi ini juga di nilai akan berdampak buruk akan perkembangan si anak karena melekatnya pandangan masyarakat bahwa tolak ukur kecerdasan si anak dinilai dari dimana ia sekolah, anak yang bersekolah di sekolah favorit dianggap anak pilihan dengan kecerdasan di atas rata rata sehingga dengan sistem ini memungkinkan anak yang cerdas hanya bisa sekolah di sekolah biasa sehingga mental anak merasa dibawah dan membuat anak patah semangat belajar karena meski mereka berusaha untuk mendapatkan nilai bagus pada akhirnya tetap hanya bisa sekolah di sekolah biasa.

Sedang dari kacamata pemerintah sistem zonasi ini merupakan solusi dari permasalahan yang ada di dunia pendidikan sekarang ini karena sistem zonasi ini diharapkan mampu memeratakan kesenjangan kwalitas pendidikan bisa kita lihat adanya sekolah favorit mengakibatkan pihak sekolah mampu mendapatkan peserta didik yang kecerdasannya diatas rata rata sehingga sekokah yang kurang terpandang jarang sekali di lirik sehingga mereka hanya mampu mencari peserta didik sedang dan biasa tentu ini terjadi ketidak meratanya penyebaran peserta yang pandai. Sehingga sistem zonasi ini pada akhirnya akan menghapus predikat sekolah favorit dan sekolah biasa akan mendapatkan peserta didik yang merata dan tentu bertambah jumlah peserta didiknya dan kwalitas sekolan dari sarana prasarana, dan kwalitas tenaga pengajar karena sistem zonasi ini juga akan di berlakukam pada tenaga pengajar.

Sistem zonasi ini sebenarnya juga telah di terapkan di beberapa negara maju contohnya Amerika tetapi mereka biasa biasa saja karena dengan sistem zonasi siswa dapat bersekolah dengan bersepeda ataupun jalan kaki, mereka tedak akan merasa kelelahan untuk pulang pergi ke sekolah yang pada akhirnya memicu tingkat depresi anak. Jadi baik buruknya sistem zonasi ini ada tetapi jika baik pemerintah, pihak sekolah dan wali murid bekerja sama untuk mewujudkan hal hal positif dari kelebihan sistem zonasi ini tentu akan lebih bermanfaat ketimbang berselisih antara kelebihan dan kekurangannya saja.

Leave a Reply

RSS
Follow by Email
Instagram