Mengambil Pelajaran dari Peristiwa Thoriq, Pendaki yang Hilang di Gunung Piramida

Libur akhir tahun tentu merupakan moment yang sangat di tunggu tunggu oleh para pelajar, sayang kalau hanya di habiskan dengan berdiam diri di rumah, tentu banyak cara untuk menghabiskan liburan sekolah yang sangat panjang ini , termasuk Thoriq Rizky Maulidan bersama ketiga temannya Pungki, Riski dan Syafril yang melakukan pendakian di Gunung Piramid Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur pada Minggu tanggal 23/06/2019.

Akan tetapi bukan peristiwa yang mengemberikaan yang di peroleh dari ke empat pelajar ini, pada Minggu sore selepas turun dari pendakiaan Thoriq tak kunjung tiba di kaki gunung, akhirnya Thoriq dilaporkan hilang pencarian di lakukan sejak Senin, 24/06/2019 pencarian memakan waktu berhari hari dengan harapan Thoriq bisa ditemukan dengan keadaan selamat akan tetapi harapan itu sirna tatkala pada hari Jum’at tanggal 05 Juli 2019 yang bertepatan hari kelahirannya, Thoriq ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Dugaan sementara dari pihak kepolisian setempat, Thoriq meninggal akibat terpelesat dan jatuh ke jurang dengan ketinggian 400 meter, terlepas dari dugaan tersebut beberapa mitos dan kabar yang beredar di masyarakat mengenai Gunung Piramid perlu kita ketahui, pertama Gunung Piramid termasuk bagian Gunung Argopuro, kedua sesuai namanya Gunung Piramid berbentuk segitiga piramida, ketiga memiliki mitos dimana para pendaki di larang mengambil benda apa saja yang ada di Gunung konon barang siapa yang melanggar tidak bisa menemui jalan pulang, ke empat Gunung Piramid memiliki jalur lintasan yang ekstrim dengan kemiringan 90 derajat.

Peristiwa Thoriq tentu bukan hal pertama kita dengar, masih ada beberapa teman kita para pendaki yang juga mengalami hal sama saat pendakian. Tentu kita tidak menginginkan kabar duka kembali dari para sahabat pendaki kita untuk itu perlu kita mengambil pelajaran dari semua peristiwa ini, beberapa hal bisa ambil pelajaran pertama sebelum melakukan pendakian tidak salahnya kita cek kondisi badan kita, sehat ataukah kurang sehat dan jika ada riwayat penyakit yang membahayakan lebih baik berkonsultasi dengan dokter, cek semua perlengkapan yang akan di bawa terutama alat alat untuk keselamatan dan pastikan semua alat berfungsi dengan baik contoh cek sepatu yang akan di pakai jangan samoai alas sepatu sudah halus. Selain itu perhatikan mitos yang beredar meski tidak ada bukti ilmiah yang bisa membenarkan fakta mitos tetapi tidak ada salahnya mematuhi mitos untuk adap kesopanan karena kita memasuki wilayah orang lain dan tentu kita juga menyadari bahwa dunia juga di huni mahkluk sakral untuk itu alangkah baiknya tetap waspada demi keselamatan. Semoga peristiwa sahabat Thoriq merupakan kabar duka yang terakhir dan semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah yang Maha Esa. Amien…

Leave a Reply

RSS
Follow by Email
Instagram