Jelang Pilkada 2018 Yang Pastinya Seru

Pemilihan kepala daerah atau biasa disebut dengan Pilkada mulai beberapa tahun terakhir ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah di Indonesia. hal ini bertujuan untuk memampatkan anggaran agar tidak membengkak dan memperbaiki manajemen pemilihan yang ada. Walaupun pendaftaran pasangan calon baru dibuka pada tanggal 8 Januari 2018 sampai dengan 10 Januari 21018, namun sudah banyak berbagai dinamika politik atapun tensi politik yang memanas diantara berbagai partai politik beserta para pendukungnya. Berbagai partai politik bersiap-siap menyiapkan berbagai strateginya seperti membentuk koalisi-koalisi untuk memenangkan calon kebanggaanya dan tentu saja untuk mendapatkan kursi dalam pemeritahan.

Pilkada serentak ini diikuti oleh 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang ada di seluruh Indonesia. namun pilkada serentak yang dilakukan di Indonesia ada beberapa kawasan strategis yang paling banyak disoroti dalam pergelaran pilkada serentak di Indonesia, daerah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Wilayah tersebut dikatakan strategis karena ke tiga daerah tersebut menurut para partai politik merupakan wilayah yang paling banyak menggalang suara dalam pilkada 2018 atau pemilu legislative dan pemilu presiden di tahun 2019. Selain itu, ke tiga wilayah ini merupakan lumbung electoral yang bisa dijadikan peluang besar untuk kemenangan pilihan presiden di tahun 2019. Jadi kemenangan partai politik ataupun koalisi dalam pilkada serentak 2018 akan sangat berpengaruh terhadap kemenangan pilpres di tahun 2019. Artinya, pilkada serentak dan pilpres akan sangat berhubungan. Oleh karena itu, pilkada merupakan salah satu kunci dan harus memaksimalkan kemenangan yang ada. Pilkada merupakan salah satu tiket dan pintu gerbang dalam kemenangan pilpres di tahu 2019.

Di sisi lain, di samping menyiapkan calon pasangan yang akan diumumkan, partai politik maupun koalisi yang terbentuk seharusnya juga mempersiapkan visi-misi calon pasangan yang akan maju dalam pilkada serentak 2018 yang akan digelar. Idealanya, visi misi harus terbentuk sebelum pedaftaran calon pasangan dibuka.

Visi misi yang dicanangkan dan ditawarkan oleh pasangan calon pilkada juga akan sangat berpengaruh terhadap amsa kampanye dan sasaran pemilih yang dituju. Jika visi misi sudah siap lebih awal, otomatis pada saat kampanye juga lebih siap dan sudah tidak lagi mengurus visi misi. Semakin awal visi misi erbentuk semakin awal pula masa kampanye berjalan secara efektif, dan membuat para pemilih akan lebih cepat paham pula dalam mengetahui visi misinya. Jika visi misi dikeluarkan sangat telat, keefektifan masa kampanye juga akan molor dan masyarakat pemilih http://citipoker88.com pun telat juga mengetahui visi misinya. Sangat disayangkan kan jika sebenarnya visi misi pasangan calon tersebut bagus namun karena keterlambatan waktu membuat para pemilih tidak mengetahui, atau bisa mengetahui namun tidak detail. Hal itu menyebabkan tidak maksimalnya kampanye yang dilakukan. Kita tahu bahwa dalam perkampanye harus ada moment waktu yang pas sebagai strategi.

Leave a Reply